I CALL IT " RAPUH "

Intro seperti apa ya yang harus gue tulis ? Rasanya ngga perlu. Mungkin isi dari tulisan ini akan dipenuhi oleh definisi ' rapuh ' versi gue.
Gue ngga tau, rapuh seperti apa yang dialami oleh diri gue yang dulu. Entah berapa jarak waktu dari rapuh sebelumnya, ke rapuh yang sekarang.
I feel broke. Mahluk tersayang gue, yang selalu bikin gue merasa lebih baik pas lagi down, lagi lelah sama orang-orang. She's dead. Tanpa di perjelas lagi, you know lah what I mean.

Orang bilang, untuk melampiaskan rasa sedih ketika kehilangan, salah satunya dengan menyalahkan orang lain. I want to do it, but I can't. Gue ngga setega itu buat nyalahin orang lain. One thing I can do adalah menyalahkan diri gue sendiri. Apalagi yang bisa gue lakuin? Gue selalu berusaha ikhlas, tapi lagi-lagi gue teringat akan kebodohan gue, dan lagi kembali berat untuk mengikhlaskan. Lalu sedih, nangis. Gitu aja siklusnya. Ngga tau sampe kapan. Ada satu cara, yang bikin gue ngga ngerasa sedih ataupun menyalahkan diri lagi.
Yaitu, halu. Iya halusinasi. Nganggep kalau dia belum pergi, dia masih hidup. Dia masih dikeliling gue, masih makan dirumah gue, masih tiduran di tempat favoritnya, masih manja sama gue, masih bisa gue gendong. Cuma bedanya, dia udah ngga keliatan. Gue bisa, sangat amat bisa dengan kondisi gue yang seperti ini. HAHAHA. SHOULD I DO IT?

Mungkin terlihat aneh untuk kalian yang baca tulisan gue ini
" Apaan sih, gitu doang juga. "
" Yaelah, tinggal beli lagi ribet amat "

I DON'T CARE, GUYSSS.

Personality orang beda-beda, dan gue personality yang seperti ini.
Yang emang begitu tertutup, yang sangat selektif buat curhat sama orang meskipun itu cuman hal sepele, yang terlalu ribet mikirin sesuatu, yang butuh orang yang bener-bener dipercaya karena udah banyak hal di kepala gue, yang kelamaan ngga gue tuangkan dan akhirnya bikin gue cukup stres, sampe gue sendiri makin sulit untuk nilai diri gue, yang bahkan gue punya dinding untuk orang-orang sekitar, mungkin bisa di panggil " Melin Wall " ini pernah gue tulis sebelumnya hahaha
Gue ngga bisa nulis semua yang gue rasain disini, entah terlalu banyak yang gue rasain, entah apaaa. Pokonya ngga bisa.
Gue cuma mau nulis tulisan yang nanti bakal dibaca oleh diri gue dimasa depan, kalau guepun pernah rapuh, gue pernah melewati proses sulit ini.

Akhir kata, semoga kelak kami dipertemuan lagi di akhirat sana. Aamiin.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA SEMAUNYA

DIRGAHAYU INDONESIA

RESOLUSI BARU